Sejak berabad-abad yang lalu, kalung emas sudah menjadi salah satu jenis perhiasan paling diminati oleh para raja dan juga para bangsawan kuno. Karena pada saat itu harga kalung emas sangat mahal, banyak yang menggunakannya sebagai tanda kekuasaan, pencapaian serta pembeda status sosial.
Seiring dengan berjalannya waktu, kalung emas terus berevolusi dan selalu mengalami perubahan sesuai dengan tren yang sedang terjadi di masyarakat. Banyak model dan juga desain yang bisa dengan mudah ditemukan di pasaran. Setiap kalung emas tentu memiliki tampilan khasnya masing-masing yang bisa disesuaikan dengan karakter, selera juga anggaran yang dimiliki.
Berat kalung emas sendiri diukur dalam satuan gram yang juga dapat menentukan harganya. Akan tetapi, berat kalung bukan satu-satunya faktor penentu dari harga kalung emas. Oleh karena itu, jangan heran jika Anda menemukan kalung emas dengan berat yang sama (misal, 1 gram) namun dibanderol dengan harga berbeda.
Lalu, selain berat apalagi yang bisa menjadi pembeda harga dari masing-masing kalung emas? Berikut beberapa diantaranya:
Kadar emas
Kadar emas atau komposisi logam mulia yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan kalung berperan penting dalam mempengaruhi harga perhiasan tersebut. Nilai kadar tertinggi adalah 24 karat atau yang biasa dikenal dengan emas murni dengan tingkat kemurnian 99,99%. Akan tetapi, karena sifatnya yang lunak dan sangat sulit dibentuk, emas untuk perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak, tembaga, atau palladium sehingga bisa lebih kokoh dan tahan lama.
Adapun beberapa kadar emas (karat) paling ideal untuk sebuah kalung atau perhiasan lainnya yaitu:
22 Karat (91,6% emas). Material ini lebih keras dibanding dengan emas 24 karat karena sudah dicampur dengan logam lain sehingga lebih kokoh. Kadar ini nilainya masih tinggi karena masih didominasi oleh emas didalamnya.
18 Karat (75% emas). Emas 18 karat bisa dikatakan sebagai pekombinasian emas dengan logam lain yang paling sempurna. Kadar karat ini menawarkan kekuatan dan kemurnian yang seimbang untuk sebuah sebuah perhiasan.
14 Karat (58,5% emas). Bagi Anda yang memiliki budget terbatas, kalung emas 14 karat bisa menjadi pilihan yang tepat karena harganya yang lebih terjangkau. Selain itu, emas 14 karat juga menawarkan kekuatan dan tahan lama sehingga sangat aman untuk penggunaan sehari-hari.
10 Karat (41,7% emas). Emas jenis ini memiliki campuran logam lain lebih banyak. Meski kilaunya mungkin tidak sebaik kadar diatasnya, akan tetapi emas ini sangat kuat dan harganya jauh lebih murah.
Model dan desain
Selain kadar karat, model dan desain juga berperan besar dalam menentukan harga dari sebuah kalung emas. Kalung dengan model mewah serta desain yang rumit tentu membutuhkan teknik khusus dalam pembuatannya. Oleh karena itu, tak heran jika harganya lebih mahal dibandingkan kalung sederhana.
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda memilih kalung simple sederhana saja. Selain harganya bisa lebih terjangkau, kalung berdesain simple juga lebih fleksibel sehingga mudah dipadukan dengan berbagai busana serta perhiasan lainnya untuk beragam kesempatan.
Jenis liontin
Penampilan sebuah kalung tentu akan lebih sempurna dengan hadirnya liontin yang menggantung. Nah, jenis liontin yang digunakan juga menjadi faktor pembeda antara kalung yang satu dengan lainnya. Dari berbagai jenis yang ada, liontin berlian adalah yang paling favorit karena sangat ideal ketika dipadukan dengan emas.
Berlian juga memiliki tolak ukur masing-masing yang biasa dikenal dengan 4C (color, clarity, cut, carat). Jika keempatnya berada di skala paling tinggi, maka sudah pasti harganya akan semakin tinggi pula.
Nah, itulah dia beberapa faktor yang dapat membedakan harga setiap kalung emas meski memiliki berat massa yang sama. Bagi Anda yang sedang mencari kalung emas dengan kualitas terjamin, Anda bisa mendapatkannya hanya di The Palace Jeweler.
Untuk informasi lebih lengkap dan melihat semua koleksi perhiasan yang ditawarkannya, Anda bisa mengunjungi official website The Palace Jeweler sekarang juga.






